20111231

Cinta Remaja

Credit : Pencari Cinta Illahi


JAUHI MAKSIAT, JANGAN HAMPIRI ZINA!!
 Firman Allah :
“janganlah kamu menghapiri zina. Sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang buruk ( yang membawa kerosakan)” (al-Isra’ : 32 )
 Pesanan Rasulullah SAW :
“ janganlah engkau bersendirian dengan seorang wanita kecuali ketiganya dalah syaitan” (Riwayat Tabrani)
 Alangkah jelasnya sabda Rasulullah SAW :
“Kedua-dua tangan juga berzina dan zinanya adalah menyentuh. Kedua-dua kaki juga berzina dan zinanya adalah berjalan (menuju ke tempat pertemuan). Mulut juga berzina dan zinanya ialah ciuman.” ( Riwayat HR Muslim dan Abu Daud)
 “ Tidak ada yang lebih patut bagi dua orang yang saling mencintai kecuali nikah” (Riwayat Ibn Majah)
 Firman Allah :
Wahai Adam! Tinggallah engkau dan isterimu di dalam syurga serta makanlah dari makanannya sepuas-puasnya apa sahaja kamu berdua sukai, dan janganlah kamu hampiri pokok ini, (jika kamu menhampirinya) maka akan jadilah kamu orang-orang yang zalim. ( al-A’araf : 19)
 Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin. (al –Nur : 3)
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. ( al-Ahzab : 35)
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (al-Ahzab : 36)
Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( Al-A’raaf : 200 )
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. ( Al-Nur : 30 )
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. ( al-Nur : 31)
 Berpeganglah pada janji Allah :
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). ( Al-Nur : 26 )

JALAN MENUJU KE ARAH ZINA, MAKSIAT DAN DOSA
1)      Ber’couple’. Ingat,cinta yang diredhai Allah hanyalah cinta selepas nikah.
2)      Sms dan bergayut di telefon antara ajnabi (bukan mahram) tanpa sesuatu urusan yang mustahak. Sampai bila boleh jamin hati suci tanpa maksiat??
3)      Bergaul bebas antara lelaki dan perempuan. Pergi tengok wayang, pergi karaoke dengan lelaki dan perempuan. Walaupun ramai, ia tetap pergaulan bebas.
4)      Memandang ajnabi secara sengaja, berjumpa, keluar makan. Mula-mula kawan, lama-lama,jadi ‘couple’ dah. Bila dah ‘couple’, mula la nak keluar malam-malam, siang ramai orang, nak jumpa kat tempat ‘privacy’ konon. Lama-lama, jadilah benda yang tidak diingini spt bersentuhan,makin dekat n then, hanyut sama-sama.

say no to couple
LA TAKROBUZZINA

TIPS MENGELAK DIRI DARIPADA TERJEBAK DENGAN CINTA DAN ‘COUPLE’

1)      Katakan, “TIDAK” pada CINTA.
2)      Katakan “CINTA” dan “COUPLE” itu maksiat dan dosa.
3)      Katakan “CINTA” dan “COUPLE” itu menjatuhkan maruah.
4)      Jangan berbincang tentang CINTA. Tiada faedah.
5)      Jangan berkawan dengan orang yang dilamun CINTA, nanti mudah terpengaruh.
6)      Bila perasaan terlonjak-lonjak untuk bercinta, beristighfarlah mohon keampunan, mohon kekuatan menghadapi ujian.
7)      Jangan membuka ruang diri untuk berCINTA dan diCINTAI.
8)      Bila berhadapan dengan panggilan CINTA, bisikkan pada diri, “ini adalah hasutan syaitan!!”.
9)      Bila ada orang melafazkan kata CINTA, katakan, “aku takut pada larangan Allah”.
10)  INGATLAH, orang yang didesak oleh perasaannya untuk berCINTA tetapi dia melawan persaannya, iman dan hatinya sedang diuji oleh Allah, supaya Allah melihat bagaimana hamba-hambaNya berusaha mentaatiNya.
11)  INGATLAH, orang yang tinggi maruahnya tidak akan berCINTA kecuali dengan pasangan hidupnya yang sah nanti selepas ijab kabul.
12)  INGATLAH, cinta remaja tidak ada masa depannya. Tidak kesampaian jaminannya. Jika sampai ke jinjang pelamin, ianya menjadi hambar kerana semakin manis hubungan sebelum bernikah, semakin tawar hubungan selepas nikah nanti.

FAEDAH CINTA
  1. Hilang tumpuan belajar.
  2. Kekecewaan dan kegagalan.
  3. Keluh kesah dan tidak tenang.
  4. Hilang maruah diri.
  5. Kemusnahan diri.
  6. Sesat dari jalan yang lurus.
  7. Tiada rahmat dan keberkatan.
TUNJUKKANLAH BAGAIMANA TAUBAT NASUHA :
Taubat Nasuha adalah taubat yang murni. Taubat yang sebenar-benarnya. Taubat Nasuha memenuhi 3 syarat,iaitu :
1)      Tinggalkan perbuatan maksiat. Putuskan hubungan cinta yang tidak diredhai Allah ini. Berpisah kerana Allah, ada jodoh takkan ke mana!!
2)      Menyesal. Menginsafi diri di atas tindak tanduk hidup yang menjurus diri dalam lembah percintaan yang membawa ke kancah maksiat.
3)      Berazam. Bertekad di dalam hati untuk tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang salah dan bermaksiat. Berazam untuk tidak akan bercinta lagi dengan sesiapa kecuali dengan yang halal buat diri sendiri iaitu seorang yang bernama isteri atau suami. Saatnya adalah selepas ijab kabul.
 “ Ya Allah, hambaMu ini telah tersesat jalan. Ampunilah dosa-dosa hambaMu ini. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Penerima Taubat. Berilah kekuatan kepada hamba untuk menghadapi godaan keremajaan ini. Anugerahkan kepada hamba perasaan benci kepada maksiat. Hiasilah hambaMu ini dengan akhlak yang mulia. Ibu dan ayah, anakmu berdosa. Engkau telah menjaga diriku sedari kecil dengan kasih sayang. Mengapa aku tidak membalas kasihmu?? Aku curahkan kasih itu kepada orang lain. Orang yang belum pasti lagi akan menjadi milikku. Oh Tuhan, hambaMu berdosa..ampunilah hamba, Ya Allah”
 Amin ya rabbal ‘alamin..

Tak Pernah Pun Dating.




ermmm,,,,cm ne plk kalo kte kapel tpy x pnh g dating,,,,jmpe pown x pnh,,,,mksdnyer hbgn jrk jaoh,,,,tu pown kire brdose gak ker????

  • mcm yang pernah kita tahu..
    niat tak pernah menghalalkan cara..
    ok..
    couple?
    x pernah dating?
    x pernah berjumpa?
    hbgn jarak jauh?
    nama pun hbgn jarak jauh..
    mesti ada mesej2 nak meluahkan rindu dll..
    mesti ade call jg kan..?
    “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (Surah Al-Ahzab : 36)
    bila kite berhubung dgn seseorang ajnabi tanpa ada keperluan..
    syaitan akn cuba melengah2kan perbualan..
    berhubunglah atas dasar keperluan..
    bukan atas dasar perasaan..
    Firman ALLAH SWT; Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (berkata-kata yang menggoda) sehingga berkeinginan orang yang ada penyakit di dalam hatinya tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik. (Al-Ahzaab: 32)
    Berkata Imam Ibnu Kathir; Ini adalah beberapa etika yang diperintahkan oleh ALLAH kepada para isteri Rasulullah SAW serta kepada para wanita mukminah lainnya, iaitu hendaklah dia kalau berbicara dengan orang lain tanpa suara merdu, dalam pengertian janganlah seorang wanita berbicara dengan orang lain sebagaimana dia berbicara dengan suaminya. (Tafsir Ibnu Kathir 3/350)
    bila kita betul2 serius dlm perhubungan..
    beritahu ayah dan ibu..
    biar mereka jd perantara antra kita dgn pasangan kita..
    hubungan yang mendapat pengiktirafan drpd Allah hanyalah NIKAH..
    bukan hbgn maen2 cinta, bukan couple, bukan jg tunang..
    islam tak menghalang utk berhubung dgn lelaki atau perempuan ajnabi 100%..
    islam hanya membataskan..
    bila ada keperluan,barulah berhubung..
    ini semua berdasrkn ‘mencegah lebih baik’..
    x gitu? sbb syaitan ni bijak yg amat..
    Terjemahan ayat 32, surah al-Israa’ yang bermaksud ; “Dan janganlah kamu mendekati zina ; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”
    Kita memang tahu bahawa zina itu haram hukumnya. Ayat ini bukan saja melarang kita melakukan zina, malah, mendekati zina itu pun Allah sudah larang. Gejala couple inilah salah satu cara untuk kita mendekati zina.
    Mula-mula, kita berkenalan dengan seseorang, kemudian, bermesej pula. Kemudian, melalui telefon pula. Tak puas, mula mengatur pertemuan. Tak cukup dengan itu, tangan mulalah nak pegang-pegang. Dan sebagainya lagi. Na’uzubillah.
    Wallahua’lam.. :)

Hadapi Godaan.

Realistik ke zaman sekarang kalau tak couple untuk dapat jodoh?


Credit : Blog Laisaf87

- diambil daripada laman web ISMA Jordan dalam artikel bertajuk Sepertimana Bidadari -
Wahai adikku yang dikasihi sepenuh hati,
Saat pertama kali bersalaman setelah disarungkan cincin, hati kakak tidak berdebar-debar sepertimana yang novel-novel cinta gambarkan. Tiada juga renjatan elektrik yang dirasakan bila pertama kali bersentuhan umpama yang filem-filem cinta kisahkan. Yang ada hanyalah suatu kedamaian yang mengalir meresap ke hati, dan rasa selesa menggenggam tangannya ibarat kedua-dua tapak tangan kami telah lama berkenalan. Perasaan malu tetap menyelubungi kerana hakikatnya kedua-dua pemilik tapak tangan yang sedang bersalaman itu belum pernah berbalasan pandangan mata mahupun senyuman, apatah lagi bicara yang melangkaui urusan kerja.
Untuk apa kakak menulis mukaddimah seperti itu?
Kalau bukan kerana cinta, kakak tidak akan tergerak untuk melayangkan curahan hati terbuka ini.
Kerana cinta, kakak ingin yakinkan adik kakak, bahkan semua wanita muslimah di luar sana bahawa syariat sangat indah dalam meraikan fitrah. Terimbau kembali kenangan membawa PINTAR (kumpulan diskusi di bawah Persatuan Mahasiswa Malaysia Irbid) pada sesi lepas, ada yang melontarkan soalan kepada kakak,
“Realistik ke zaman sekarang kalau tak couple untuk dapat jodoh? Lepas tu, bagaimana nak cintai seseorang yang kita tak pernah kenal betul-betul?”



Laju kakak menjawab, “Memang macam tu zaman sekarang sebab masyarakat dah sangat rosak. Apa yang betul jadi salah dan apa yang bagus dipandang pelik. Tapi kita yang ada kesedaran agama, yang Allah dah pilih kena sangat thiqah dengan Dia, kena percaya betul-betul yang setiap apa yang Allah gariskan adalah yang terbaik untuk kita. Bukan setakat couple..hatta untuk elakkan zina, pandangan mata pun kita kena jaga kan.”
Jawapan berbaur keyakinan yang tinggi itu pantas dituturkan, namun sebenarnya hati kakak terdiam lama. Tidak dapat dinafikan, tahap-tahap keyakinan setiap individu pastinya berbeza.
Ada ‘ilmul yaqin atau keyakinan rasional; meyakini segala sesuatu berdasarkan ilmu dan pengetahuan. Kemudian terdapat ‘ainul yaqin atau keyakinan empirikal; keyakinan yang terbit atas sebab kita telah melihatnya dengan mata kepala sendiri. Berbeza bukan sekadar mengetahui indahnya Petra di Jordan berbanding membelek gambar-gambar kota Petra yang tersergam indah? Tahap yang tertinggi ialah haqqul yaqin atau keyakinan hakiki; melibatkan dzouq (rasa) dengan sebenar-benarnya dan terbukti melalui pengalaman. Nah, apabila kita sendiri mengelilingi kota Petra, keyakinan mengenai keindahan Petra benar-benar terpahat di hati dan mustahil untuk sesiapa pun merenggut keyakinan tersebut daripada diri kita.
Bagi kakak, menjadi tanggungjawab golongan yang Allah telah kurniakan nikmat haqqul yaqin untuk berusaha menenangkan hati adik-adik yang masih berada di peringkat ‘ilmul yaqin atau ‘ainul yaqin. Rasa takjub bila mengalami sendiri cinta tanpa couple itu ingin kakak kongsikan dengan adik. Bukan untuk berbangga atau menceritakan hal rumah-tangga sedangkan perjalanan kakak masih jauh, tetapi untuk meningkatkan keyakinan adik bahawa janji Allah itu benar. Semoga adik dikurniakan kekuatan untuk percaya dengan janji Allah dan tidak terpengaruh dengan budaya couple yang menjadi norma masyarakat kita kini. Biar adik nampak kolot di mata manusia, namun adik sebenarnya dipandang tinggi olehi Allah dan para malaikat. Jangan sesekali meragui keupayaan Allah untuk menghadirkan rasa cinta selepas wujudnya ikatan yang sah. Malah, cinta yang barakah itu pastinya berjuta-juta kali lebih manis dan indah.
Wahai adikku, si mata-air kebangkitan ummah,
Andai kakak bertanya sekarang, apakah visi keluarga adik? Apakah yang adik inginkan bagi ibu dan ayah, adik-beradik, bakal suami, dan bakal anak-anak adik? Sasarkanlah visi adik sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam Surah At-Tur ayat ke-21, “Orang-orang yang beriman dan anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan Kami kumpulkan anak cucu mereka dengan mereka. Dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”
Dengan visi yang sebegini mulia, haruslah kita mempermuliakan hidup kita. Bimbang bukan, kita bercita-cita untuk dikumpulkan di syurga Allah bersama keluarga kita, tetapi kita masih belum berperangai seperti ahli syurga. Kebimbangan ini seterusnya patut membuatkan kita cemerlang beramal dan bertindak, bukan futur atau lemah semangat mengenangkan prestasi diri yang masih corot.
Wahai adikku yang bernilai dan berharga,
Mari kita teladani ciri-ciri bidadari syurga, agar selayaknya kita menjadi ketua mereka bagi pasangan kita. Allah telah berfirman dalam Surah Ar-Rahman, ayat ke-56, “Dan di dalam syurga-syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.”
Adikku sayang, sopan dan menundukkan pandangan itu subjektif, maka timbanglah segala perilaku kita dengan neraca iman. Walaupun dengan rakan sekelas atau pemandu teksi, ingatlah sabda Nabi s.a.w bahawa pandangan kedua itu adalah panahan syaitan. Takut-takut setiap kali kita terdetik,“Handsomenya mamat ni!”, bakal suami yang telah Allah catatkan untuk kita di Lauh Mahfudz juga terdetik, “Cunnya awek ni!” Takut-takut setiap kali kita melirikkan mata, bertambah titik hitam di hati yang memadamkan cahaya keimanan dan menyukarkan kita membuat kebaikan. Izinkan kakak untuk menghadiahkan adik hadith Nabi s.aw. ini yang diriwayatkan oleh Ahmad:
إِيَّاكُمْ وَ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوِبِ، فَإِنَّهُنَّ يَجْتَمِعْنَ عَلَى الرَّجُلِ حَتَّى يُهْلِكْنَهُ
“Hati-hati kalian daripada dosa-dosa kecil, kerana dosa-dosa kecil itu bila berkumpul pada diri seseorang akan membinasakannya.”
Adikku sayang, jagalah adab-adab sewaktu diiringi muraqib agar hati kekal suci terpelihara. Bukan muraqib berjalan di hadapan atau belakang yang patut kita perdebatkan, tetapi yang perlu kita cakna adalah kita tidak membuka ruang untuk dicuri pandang mahupun ditegur sapa. Rendahkanlah suara dan hindarkan gelak ketawa sesama akhawat ketika di jalanan. Berterima kasih itu wajar, namun bertanyakan khabar itu seharusnya disambut hambar. Cantik sungguh lembaran sirah yang mencatatkan perjalanan pulang Aishah r.a, apabila beliau tertinggal mencari rantai selepas peperangan Bani Mustholiq. Bayangkan adik, Sofwan Al-Muaththol telah mengheret unta yang ditunggangi Aishah tanpa kedua-duanya bercakap walaupun sepatah kalimah.
Adikku sayang, pastikanlah setiap aktiviti yang melibatkan syabab dan akhawat mempunyai objektif yang ingin dicapai, samada untuk kita mendekatkan diri kepada Allah, memberi manfaat kepada dunia kita, ataupun membawa faedah buat akhirat kita. Pilihlah antara tiga objektif ini yang telah ulama’ sarankan. Kakak tersenyum bahagia mendengar kelas akademik, simulasi peperiksaan,diskusi ilmiah dan sebagainya yang dijalankan dengan kerjasama syabab dan akhawat. Kadang-kala pula, kakak berkerut dahi mendengar jamuan makan, rehlah batch, melancong dan sebagainya dilaksanakan dengan percampuran syabab dan akhawat tanpa keperluan yang mendesak. Suka untuk kakak petik kata-kata Imam Fakhrurazi bila beliau menerangkan mengenai ayat ke-48 Surah As-Saffat, “Ini menunjukkan betapa malunya bidadari syurga kerana “at-Torfu” adalah gerakan kelopak mata (eyelid). Bidadari tidak menggerakkan kelopaknya dan tidak mengangkat kepalanya untuk lelaki bukan suaminya.”
Adikku sayang, pergaulan di alam maya tiada beza hukumnya dengan pergaulan di dunia nyata. Bersembang mesra online dengan lelaki yang bukan muhrim menggambarkan status sebenar iman kita. Saidina Ali pernah mengungkapkan,
ٌ لِلْمُرَائِيْ عَلاَمَاتٌ، يَكْسُلُ إِذَا كَانَ وَحْدَهُ، وَيَنْشَطُ إِذَا كَانَ فِي النَّاسِ، وَيَزِيْدُ فِي الْعَمَلِ إِذَا أُثْنَى، وَيَنْقُصُ إِذَا ذُمَّ
“Orang yang riya, terdapat beberapa ciri, Malas jika seorang diri, giat beramal jika di tengah-tengah orang ramai, bertambah semangat beramal jika mendapatkan pujian, berkurang frekuensi amalnya jika mendapatkan celaan.”
Semoga kita tidak hanyut dengan hawa nafsu yang mengatakan “It’s okaylah..” untuk malas memelihara pergaulan di Facebook, Yahoo Messenger, Twitter, dan lain-lain lagi. Adikku, lawan kepada sikap riya’ adalah sifat ikhlas. Bagaimana agak-agaknya tahap ikhlas kita jika diri kita yang bersendirian menghadap laptop berbeza berbanding diri kita yang malu tersipu-sipu di khalayak orang?
Adikku sayang, firman Allah di dalam Surah At-Taubah ayat ke-71 berbunyi, ”Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, setengahnya menjadi penolong bagi setengahnya yang lain; mereka menyuruh berbuat kebaikan dan melarang daripada berbuat kejahatan; dan mereka mendirikan sembahyang dan memberi zakat, serta taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.” Marilah kita bantu mujahid-mujahid ummah kita menundukkan pandangan dengan tidak meletakkan gambar online yang jelas memampangkan wajah mujahidah-mujahidah ummah kita. Sepertimana bidadari syurga, keayuan adik dan sahabat-sahabat adik mestilah istimewa buat mereka yang membayar mahar yang digariskan-Nya. Namun, janganlah sesekali marah atau mengguriskan perasaan ahli keluarga adik atau sahabat-sahabat yang meng-upload foto adik. Qudwah hasanah itu jauh lebih baik daripada kritikan. Lambat laun, mereka akan mengerti dengan izin Allah.
Buat adikku bakal bidadari syurga, maafkan kakak andai ada perkataan yang tidak ditepati amalan. Saling menasihati dan mendoakan, kakak titipkan ayat-ayat Allah ini sebagai pendamai jiwa adik.
“Dan orang-orang yang sabar kerana mencari keredhaan Rabbnya, mendirikan solat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). iaitu syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang soleh dari bapa-bapa mereka, isteri-isteri mereka dan anak cucu mereka, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” [Ar-Ra’du:22-24]
Oleh;
Nadhirah Sahri
Tahun 4 Perubatan, JUST

- diambil daripada laman web ISMA Jordan dalam artikel bertajuk Sepertimana Bidadari -

Dunia bukan tempat berehat.

Memetik kata-kata Diana dalam blognya, betulkan... DUNIA ini memang bukan tempat berehat.




Dunia ini hanyalah persinggahan dan jangan harap kita boleh bersenang lenang meninggalkan perintah Allah.




Hakikatnya, itulah yang manusia, termasuk saya sebab saya manusia telah lakukan. Kadang-kadang tu leka, lalai dengan nikmat dunia. Dah terkena penyakit wahan.




Tahu tak penyakit wahan tu penyakit apa?




Wahan tu penyakit orang yang cintakan dunia, takutkan kematian/akhirat.




Maca sayalah. Takkan nak tipu kan?




Siapa tak takut mati? Orang biasa macam saya ni, kematianlah yang paling mengerikan bagi saya. Kalau cintakan dunia tu, biar Allah yang menilai.




Kalau difikir-fikirkan, kita hidup ni, hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Menyampaikan dakwah. Sebab tu Allah ciptakan manusia ni, ada yang Islam ada yang tidak. Yang Islam tu, kerjanya menyampaikan dakwah pada yang bukan Islam supaya mereka mengetahui hakikat sebenar.




Ada juga orang beriman dan tidak. Yang beriman itulah yang akan membimbing yang tidak itu ke arah keimanan.




Begitu juga seterusnya.




Kita hidup bukan untuk bersuka ria. Sabarlah sikit. Memang kadang-kadang beribadah itu penat. Tapi Allah sentiasa bersama orang-orang yang sabar. Bila kita sabar, kita ikhlas, tiada penatnya ibadah itu.




Hidup ni untuk Allah semata. Ada orang hidup untuk kekasih yang tak sah untuk dia. Ada yang sanggup bunuh diri kalau putus hubungan.




Macam-macam lah.




Kita hidup bukan untuk kekasih. Bukan untuk couple. Couple itu bukan satu IBADAH. Tapi pernikahan, iya.




Perkahwinan itu penting untuk melahirkan zuriat yang akan menyambung usaha dakwah kita. Habis, siapa nak sambung usaha kita para da'ie (pendakwah) ni untuk menegakkan Islam?




Takkan bila kita mati, matilah usaha kita begiru sahaja?




Di sinilah pentingnya pernikahan itu diwujudkan. Perempuan itu membantu suami untuk beribadah. Lelaki pula membimbing isteri untuk beribadah.




Jadi, untuk memastikan pernikahan itu berkekalan, di situlah perlunya kasih sayang. Cinta. Cinta pada Allah, Allah akan beri balik cinta pada kita. Kalau nak tahu di mana kedudukan kita pada Allah, tanya pada diri kita ni, di mana kedudukan Allah pada diri kita?




Perasan tak, CINTA ni, orang selalu kata banyak dugaan, itu, ini. Tapi cuba renungkan balik, cinta yang banyak dugaan tu, cinta yang tidak berlandaskan syariat. Iyalah, cinta sebelum akad. Sebelum bernikah. Sedang bercinta tu, ada yang mengganggu. Kejap couple, kejap clash, ada orang ketiga lah, pakwe playboy lah, kejap kena 'fitnah' lah. Itulah, inilah. BESARNYA DUGAAN kan?




Tapi, cuba fikir. Cinta yang berlandaskan syariat , mesti tak berapa sangat nak hadapi situasi semacam itu. Iyalah, mereka bercinta selepas nikah. Jadi, lelaki tu, kalau baik, dia tak main kayu tiga. Pasangan tu kalau memahami, selalu minta pertolongan Allah, doa, fitnah-fitnah semua tu, pandang sebelah mata je kan?




Bukanlah hidup ni untuk suka-suka semata. Orang kata, 'hidup hanya sekali'. Tapi ada yang salah faham dan salah guna statement ni.




Ada yang enjoy sakan, hidup bebas, buat itu, buat ini, katanya hidup cuma sekali. Berikanlah orang seperti ini hidayahMu Ya Allah.





Dunia ini penjara bagi orang mukmin, dan syurga bagi orang yang tidak beriman. Betul tak?





Tak apa, biarlah orang kata kita kolot, tak ikut peredaran zaman, kata kita melampau, kata kita fanatik, kata kita over, Allah tahu segala isi hati kita, Allah itu tempat kita mengadu kerana Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.




Assalamualaikum.